About Us

sejarah-malino-putraMalino Putra awalnya bernama Malino pada tahun 1934 s.d. 1950. Pada tahun 1967 bernama Hasil dengan trayek jurusan Jakarta Lapangan Banteng – Tangerang, Tanjung Priok – Lapangan Banteng – Depok, Lapangan Banteng – Depok – Cililitan, dan Cililitan – Bogor, sedangkan pada tahun 1967 s.d. 1979 trayek jurusan Cillilitan – Sukabumi.

Pada tahun 1995 usaha dibidang angkutan barang (paket pengiriman barang) dengan badan usaha bernama Duta Swadesi berdiri. Pada tahun 1999 jumlah armada 8 buah dengan jenis kendaraan Mitsubishi, Truk dan Colt Diesel. Saat ini jumlah armada sudah mencapai 16 armada.

Pada tahun 2003 dibuka usaha angkutan penumpang bus dengan nama P.O. Malino Putra berbadan usaha PT. Malino Putra Kencana dengan membuka trayek yang pertama jurusan Jakarta – Malang, berangkat dari pengalaman dibidang usaha angkutan yang lain, Malino Putra ingin membuat sesuatu yang beda yaitu membuat model pelayanan yang mengutamakan kelayakan dan kenyamanan. Malino Putra mengajukan model pelayanan jasa angkutan penumpang ke Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu ditanggapi oleh Fauzi Bowo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bahwa selama ini pelayanan kepada penumpang hanya sebatas naik dan turun. Bapak Hari Janto Otto mempunyai gagasan pelayanan angkutan penumpang agar penumpang itu mendapat service yang layak dan dihargai. Dengan Gagasan ini Departemen Perhubungan memberikan ijin operasional kepada PT. Malino Putra Kencana.
interior malino putra

Bus P.O. Malino Putra tampil beda dari bus yang lain dengan fasilitas di dalam bus seperti; dispenser, smoking area, DVD, VCD, reclining seat, rumah makan yang beda layanan servicenya dan keramahan kru (sakit ditengah perjalanan akan diantarkan ke Rumah Sakit terdekat / membeli obat, dsb.). dengan model pelayanan ini masyarakat menyambut baik, hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Selama 4 tahun P.O. Malino Putra maju pesat. Dengan banyaknya persaingan P.O. Malino Putra akan terus mengedepankan dan memperbaiki pelayanan, hingga mencapai pelayanan sekelas pesawat.